puisi tentang bung karno

Iapun menulis puisi berjudul "Kata Bung Karno". Berikut ini lirik puisinya: Baca juga: Patung Bung Karno di Kemhan, Prabowo: Ini Bukan Bagian Kultus Individu Kata Bung Karno Inggris kita linggis, Amerika kita setrika Itu kata Bung Karno Kompeni maunya untung saja Inggris kita linggis, Amerika kita setrika Itu kata Bung Karno Tuan tanah maunya enak saja BungKarno hanya menggeleng Kandang sapinya tinggal kandang *Sedang sapinya milik Selandia, Diperah Swiss dan Belanda* Bung Karno bangkit dari kubur Dia lapar ingin sarapan Kuhidangkan nasi putih, Dia tak mau makan hanya bersedih Karena sawahnya tinggal sawah Lumbung padinya tinggal lumbung. *Padinya milik Vietnam Berasnya milik Thailand* Aurapemanggil terkenang hanya nama Bung Karno Pembangkit juang penyeru pemantik api Mengabdi bergerak pada poros revolusi. Dwi Tunggal laksana jawaban Keberhasilan merintis proklamasi Hingga jiwa-jiwa dengan Indonesia meneguk kebebasan Merajut mahajana Sang Saka di kibar langit lazuardi. Orasi panggilan merdu engkau Mendaratkan kata-kata mantra Ayo Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji. Aku sudah cukup lama dengan bicaramu, dipanggang di atas apimu, digarami lautmu. Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945. Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu. Aku sekarang api aku sekarang laut. Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat. BungKarno Proklamator Bangsa Indonesia Pemicu juang gapai cita - cita mulia Semangat mu tiada padam sepanjang masa Nusantara Indo Puisi: Bung Karno, Monas, dan Indonesia Terserah TENTANG KOMPASIANA. PROFIL. PERFORMA & STATISTIK. TIM. JARINGAN. KGMEDIA.ID. SYARAT DAN KETENTUAN. DEFINISI. KETENTUAN LAYANAN. KETENTUAN KONTEN. Vorteile Und Nachteile Der Partnersuche Im Internet. Tidak banyak yang tahu, bahwa Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, juga berkarya dalam puisi. Dalam puisi yang berjudul “Aku Melihat Indonesia” berikut ini, Bung Karno seperti biasanya, membanngkitkan dan mengobarkan semangat untuk mencintai tanah air sebuah acara Rakernas Partai Demokari Indonesa Perjuangan PDIP, puisi karya Bung Karno tersebut, dibacakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 12/1/2020.Berikut ini adalah puisi Melihat IndonesiaJika aku berdiri di pantai Ngliyep Aku mendengar lautan Indonesia bergelora Membanting di pantai Ngeliyep itu Aku mendengar lagu – sajak IndonesiaJikalau aku melihat Sawah menguning menghijau Aku tidak melihat lagi Batang padi menguning – menghijau Aku melihat IndonesiaJika aku melihat gunung-gungung Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet Dan gunung-gunung yang lain Aku melihat IndonesiaJikalau aku mendengar pangkur palaran Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan Aku mendengar IndonesiaJika aku menghirup udara ini Aku tidak lagi menghirup udara Aku menghirup IndonesiaJika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa Dengan mata yang bersinar-sinar berteriak Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka!Aku bukan lagi melihat mata manusia Aku melihat Indonesia!Sumber

puisi tentang bung karno