puisi lampung beserta artinya
Permasalahanpertama adalah menganalisis puisi dalam kajian bunyi, lalu permasalahan kedua peneliti menganalisis dari segi ilmu bahasa yakni teori semiotika dalam pertandaan yaitu denotasi dan konotasi. KAJIAN TEORI. Di lihat secara etimologis, puisi berasal dari kata poites (bahasa Yunani), yang artinya membangun, pembuat, atau pembentuk.
Gurindamadalah puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama dan merupakan satu kesatuan yang utuh.. Menurut Kosasih, E. (2008). dalam "Apresiasi Sastra Indonesia, Baris pada gurindam disebut sebagai syarat dan akibat. Syarat merupakan isi pada baris pertama gurindam, sedangkan akibat sebagai baris kedua.
PengertianPuisi Lama Adalah. Puisi Lama adalah sebuah karya sastra berupa puisi yang masih terikat terhadap aturan - aturan baku tertentu dalam pembuatannya. Aturan - Aturan tersebut berkaitan dengan kata, baris, bait, rima serta irama dalam puisi itu. Dalam perkembangannya ada 2 jenis puisi, yakni puisi lama serta puisi baru.
KamusDaerah adalah kamus translate terjemahan bahasa daerah online terlengkap dari berbagai bahasa daerah ke bahasa Indonesia atau sebaliknya lancaran, prosa, -- ugeran, puisi (Bahasa Indonesia) Artinya: Bali • Bahasa Banjar • Bahasa Betawi • Bahasa Bugis • Bahasa Jawa • Bahasa Dayak • Bahasa Gayo • Bahasa Lampung
Biasanyaketika sekolah anda di suruh membuat sebuah karya tentang puisi bahasa Lampung tentang guru, ayah dan ibu, pendidikan, dan alam. Baca Juga: 5 Contoh Pidato Bahasa Lampung Beserta Artinya Tentang Narkoba, Kedisiplinan, Kesehatan, Pendidikan Kebersihan
Vorteile Und Nachteile Der Partnersuche Im Internet. Tikham Ku Jama Pekon Desir angin debingiDengi ko melodi sai heningNyak khasa mawek sabar Nunggu teliyu rembulanHalok inji bahnipihaga nekopnyak khasa mawek sabar lagitekhus nungguwaktu teliyu mundokhPikiran pekonTikham pekonJama keti unyinPekon kupuakhi kuNgulik bawak hatiku sinjinyak ku haga cawa makwek dapokliyu puisi sinjiNyak ku dapok cawaTikam...liyu angin ji sampaiko salam kusekhibu bintang di atas atoknyak haga mulang mak dapokCurhat ku tikham pekon By Dalang Wanataka 42014 Artinya dalam bahasa indonesia Kangen Ku Dengan Kampung desiran angin malamdengarkan melodi yang heningaku rasa tidak sabar nunggu lewat rembulanmungkin ini mimpimau nangkapaku rasa tidak sadar lagiwaktu lewat mundur pikiran kampungkangen kampungorang kamu semuakampung kusoaudara kuNgelupas kulit hatiku iniaku mau bicara tidak bisalewat puisi iniaku bisa bicarakangen...lewat angin ini sampai salam kuseribu bintang di atas atapaku mau pulang tidak bisacurhat ku kangen kampung PEPACCUR Ditujuko hagu sai ghagah !haja tughunan Adok anjak kelama "inji ngejuk waghisan Timbai lom citacita Teghima kasih niham Jama umpuku nyawa Tepat gham kebiyan Niku kak gatti nama$ik dija senakam"ikam juk kelama!ham ik ghagom nimbulanDiampak tuhatuha %amon sai adok suttan $ak ngedok dipadipa Tegi wayah keghagoman "ai penting pandai cagha$igha puwan ngejuk saghan%amon munih wat gunaTanda sikam buha ghopanDi kuti benulung tuhaJak lunik seghedika&nduh sai ghupa ghosa"ai penting mak kebetohanDi andon kaban kelama Bahasa Indonesia Ditunjukkan hagu yang laki laki 'aja turunan !elar dari paman "inji ngejuk warisanTimbai lom citacita Terima kasih sungguh Dan umpuku nyawa Tepat kita kebiyan $amu sudah ganti nama%ihat dija senakam"aya beri paman'amai sepakat nimbulanDiampak tuatua anyak yang gelar sultan "udah punya dimana Tegi cara kesepakatan ang penting pandai caraTaksiran puwan ngejuk sengsaraanyak juga ada gunaTanda saya buaya ghopanDikalian anak tanteDari kecil seghedikan&nduh yang rupa ghosa
Pepaccur/pepaccogh atau wawancan artinya adalah salah satu jenis sastra lisan Lampung berbentuk puisi yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan atau nasihat dalam upacara pemberian gelar adat. Istilah pepaccur dikenal di lingkungan masyarakat Lampung dialek O. Di lingkungan masyarakat Lampung dialek A dikenal dengan istilah pepaccogh di lingkungan masyarakat Lampung dialek A Sebatin dikenal dengan istilah wawancan. Sudah menjadi adat masyarakat Lampung bahwa pada saat bujang atau gadis meninggalkan masa remajanya atau pada saat mereka memasuki kehidupan berumah tangga, pasangan pengantin itu diberi gelar adat sebagai penghormatan dan tanda bahwa mereka sudah berumah tangga. Gelar adat ini diterima dari klan bapak dan dari klan ibu, dilakukan di tempat mempelai pria maupun di tempat mempelai wanita. Pemberian gelar dilakukan dalam upacara adat yang dikenal dengan istilah ngamai adek/ngamai adok jika dilakukan di tempat mempelai wanita, nandekken adek dan inai adek/nandokkon adok ghik ini adok jika dilakukan di tempat mempelai pria, dan butetah/kebaghan adok/nguwaghkon adok istilah di lingkungan masyarakat Lampung Sebatin. Setelah gelar diberikan, si penerima gelar diberi nasihat atau pesan-pesan. Nasihat atau pesan-pesan itu disampaikan dalam bentuk puisi yang dikenal dengan istilah pepaccur. Penyampaian pepaccur memerlukan kemampuan khusus karena di dalamnya terkandung unsur seni. Pepaccur disampaikan dengan cara berdendang atau berlagu dengan irama yang harus dapat memikat perhatian pendengar hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa masyarakat tradisional Lampung adalah pencinta seni. Pepaccur terdiri atas sejumlah bait dan setiap bait terdiri atas empat atau enam baris. Jumlah bait pepaccur tidak ada ketentuan yang mutlak. Jumlah bait itu bergantung pada sedikit atau banyaknya pesan yang disampaikan. Jika dilihat dari struktur globalnya, pepaccur dapat digolongkan ke dalam puisi tradisional berbentuk syair. Pepaccur tidak mempunyai sampiran, semua baris dalam setiap bait mengandung isi ini yang membedakannya dengan pattun. Pola sajak akhir rima pepaccur tidak tetap. Ada yang berpola ab/ab dan ada pula yang berpola abc/abc . Pepaccur berfungsi sebagai media penyampaian pesan atau nasihat untuk kedua mempelai dalam upacara pesta pernikahan dan sebagai media untuk melestarikan bahasa dan sastra Lampung. Secara umum, pesan atau nasihat itu berkenaan dengan kehidupan berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama. Di bawah ini dikemukakan dua contoh pepaccur/wawancan/pepaccogh dalam bahasa Lampung dialek O. Contoh 1Adek dan Inai Adek anjak BatanganAdek sai ragah Jaya Umpuan MegaAdek sai sebai inaino inai rateu, adekno Ratu Mahkota PEPACCURSyukur alhamdulillahtigeh judeumeu tanodendeng segalo badanKekalau metei wo tuahino sai upo duokiluian adek Tuhan Sijo ngemik amanahtetujeu di metei woanjak kaban kemamanCubo dipilah-pilahki bakal ngemik gunoakuk jadei anggeuan Pertamo, beibadahsembahyang wakteu limodang sappai ketinggalanKirim munih fatihahtehadep sai kak menokipak sai lagei tengan Suwo pungeu tengadahkilui appun dusoserto selamat badanNajin mak dapek kiwahcukuplah sederhanoasal mak kekurangan Baso caluk gham lapahdageu dang ghaccak bigomato ninuk lakkahanNyo sai dibo pindahanjak alam dunioselain kain kafan Hubungan gham di luwahino perleu dibinoperleu sakai sambayanNajin kak sumang darahpagun jugo begunotetangga kirei kanan Tumbuk ulun sai susahtesambat suwo mahhounjak ki lagei badanPudak selaleu wewahtehadep sapo jugobetikkah lakeu sai supan Adik wagheimeu nayahsai di nei atau sai di jounyen perleu bimbinganJadei anak tuho mak mudahio mustei bijaksanodi lem segalo tindakan Basing upo masalahperleu berecakojamo kaban wewagheianNajin sepuluh mudahsebelas gham betanyomangi mak salah jalan Sijo akhir petuahingekken dang lupoakuk jadei anggeuanNyo maknono kidahseghem matei di gulopahemken metei sayan Sumber A. Effendi Sanusi Terjemah Bebas Contoh 1Gelar dari orang tua mempelaiGelar yang pria Jaya Umpuan MegaGelar yang wanita pangkatnya pangkat ratu, gelarnya Ratu Mahkota PEPACCURSyukur alhamdulillahsekarang jodohmu sampaihadir segenap familiSemoga kalian bernasib baikitulah doa kamikepada Tuhan Yang Mahakuasa Ini ada beberapa pesanditujukan pada kalian berduadari para pamanCobalah dipilah-pilahandaikan ada gunanyaambil dan jadikan pegangan hidup Pertama, beribadahsembahyang lima waktujangan sampai ditinggalkanKirim pula fatihahuntuk yang telah meninggalmaupun yang masih hidup Sambil tangan tengadahmohon ampun dosaserta mohon keselamatanMeskipun hidup tidak bisa mewahcukuplah sederhanaasalkan tidak kekurangan Pada saat kita melangkahdagu janganlah terlampau tinggimata melihat ke bawahApa yang dibawa pindahdari alam duniaselain kain kafan Hubungan dengan orang luarperlu dibinaperlu tolong-menolongMeskipun bukan familimasih juga ada gunanyatetangga kiri kanan Berjumpa dengan orang takpunyasapalah dengan baikapatah lagi jika masih familiMuka hendaklah selalu cerahterhadap siapa punbertingkah lakulah yang sopan Adik-adikmu banyakdari pihak kamu maupun pihak istrisemuanya memerlukan bimbinganJadi anak sulung tidaklah mudahia harus bijaksanadi dalam segala tindakan Apa pun masalah yang dihadapiperlu terbuka dan bermusyawarahdengan adik beradikMeskipun kita sudah tahutidak ada salahnya bertanyaagar tidak salah langkah Ini akhir petuahingat jangan dilupakanambil jadikan peganganApakah maknanyasemut mati karena gulatafsirkan oleh kalian * Contoh 2Adek dan Inai Adek anjak BatanganAdek sai ragah Rajo MergoAdek sai sebai inaino inai rateu, adekno Ratu Mestika PEPACCURTano tigeh judeumeumemugo metei wo rawantigeh alam salah neiTuah nyepik di kukeuules ninding di badanrezekei tawit milei Kelamo tutuk lebeukemaman serto keminanpenano munih kaban wagheiUnyen ngejungken pungeubemuhun adek Tuhankekalau metei wo abadei Sijo panggeh datukmeumatinaris ketinggalanpanggeh datukmeu SanusiSembahyang limo watteupuaso bulan Ramadhandang sappai dilalaiken metei Agamo dang sappai lalailakunei perittah Tuhanjawehei sai mak begunoAdat munih tepakaimufakat, sakai sambayannengah nyimah dang lupo Lakeu lagei meghanaimak dapek jadei anggeuanbareng kak gilir tuhoGhedik sekelik mustei pandaitehadep segalo badanwawaiken budei bahaso Pandai-pandai memalahpatuh di waghei tuhouyang najin keminanBasing upo perittahdang cawo mak kuwawoino pebalahan pattangan Tehadep kemaman dan keminanwawaiken puppik penyawodang nganggeu masabudeuBaso wat kelapanganlapah subuk metei wodang nginan watteu perleu Sesikun ulun ghebeilagei lak ketinggalantigeh di zaman tanoAnggeulah ilmeu pagheisemungguk wat isseiancemungak tando hapo Sumber A. Effendi Sanusi Terjemah Bebas Contoh 2Gelar dari orang tua mempelaiGelar yang pria Rajo MergoGelar yang wanita pangkatnya pangkat ratu, gelarnya Ratu Mestika PEPACCURSekarang jodohmu sampaisemoga kalian bernasib baikhingga alam akhiratTuah menyelinap di kukukebahagiaan selalu menyertairezeki senantiasa mengalir Kerabat ibu, kakek, dan nenekpaman beserta bibibegitu pula segenap familiMereka menengadahkan tanganmemohon kepada Tuhansemoga jodoh kalian abadi Ini ada pesan kakekmunyaris terlupakanpesan kakekmu SanusiSembahyang lima waktupuasa pada bulan Ramadhanjangan sampai kalian lalaikan Agama jangan sampai dilalaikankerjakanlah perintah Tuhanjauhi yang tiada bermanfaatAdat perlu dijunjungmufakat, tolong-menolongbermasyarakat dan jangan kikir Kelakuan jelek ketika bujanghendaklah ditinggalkansaat telah beranjak dewasaSanak famili harus diketahuiterhadap siapa punberbudi bahasalah yang baik Pandai-pandailah mengalahpatuh pada kakak yang sulungistri kakak maupun bibiApa pun yang diperintahjangan mengatakan malasitu perkataan pemali Terhadap paman dan bibibertutur sapalah yang baikjanganlah tidak ada perhatianPada saat luangberkunjunglah kalian berduajangan datang hanya saat perlu Peribahasa para leluhurmasih belum ketinggalanhingga zaman sekarangPakailah ilmu padimenunduk tanda berisitegak tandanya hampa Referensi Bacaan Sanusi, A. Effendi. 1996. Sastra Lisan Lampung Dialek Abung. Bandar Lampung Gunung Pesagi. Sanusi, A. Effendi et al. 1996. Struktur Puisi Lampung Dialek Abung. Jakarta Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sanusi, A. Effendi. 1999. Sastra Lisan Lampung. Bandar Lampung Buku Ajar FKIP Unila.
Bentuk-Bentuk Sastra Puisi Lampung a. Paradinei/Paghadini Paradinei/paghadini adalah puisi Lampung yang biasa digunakan dalam upacara penyambutan tamu pada saat berlangsungnya pesta pernikahan secara adat. Paradinei/paghadini diucapkan jurubicara masing-masing pihak, baik pihak yang datang maupun yang didatangi. Secara umum, isi paradinei/paghadini berupa tanya jawab tentang maksud atau tujuan kedatangan. Contoh1 Penano cawono pun, tabik ngalimpuro. Sikam jo keno kayun, tiyan sai tuho rajo. Ki cawo salah susun, maklum kurang biaso. Sikam nuppang betanyo, jamo metei sango iringan. Metei jo anjak kedo, nyo maksud dan tujuan. Mak dapek lajeu di jo, ki mak jelas lapahan. dst. Contoh 2 Tabik pun nabik tabik,tabik pun ngalimpukha sikam ji sanak tepik,haga numpang butanya mahaf ki salah cutik,gelakhne mangkung biasa sikam numpang butanya,jama pekhwatin si wat dija kuti ji anjak ipa,api haga cekhita dst. b. Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan adalah salah satu jenis sastra lisan Lampung yang berbentuk puisi, yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan atau nasihat dalam upacara pemberian gelar adat adek/adok. Adapun ciri-ciri pepaccur adalah 1. Tidak ada pembukaan 2. Berisikan nasihat 3. Memiliki pola ab ab, abcd, abc abc 4. Dapat dilakukan dimana sajabagi yang memerlukan nasihat. Sudah menjadi adat masyarakat Lampung bahwa pada saat bujang atau gadis meninggalkan masa remajanya, pasangan pengantin itu diberi adek/adok sebagai penghormatan dan tanda bahwa mereka sudah berumah tangga. Pemberian adek/adok dilakukan dalam upacara adat yang dikenal dengan istilah ngamai adek/ngamai adok jika dilakukan di tempat mempelai wanita. c. Segata Pantun/Segata/Adi-Adi adalah salah satu jenis puisi Lampung yang di kalangan etnik Lampung lazim digunakan dalam acara-acara yang sifatnya untuk bersukaria, misalnya pengisi acara muda-mudi nyambai, miyah damagh, kedayek.[1][1] 1. Ciri-ciri sagata adalah a 4 baris seuntai b Berirama ab ab c Baris 1,2 sampiran , 3,4 berupa isi 2. Macam-macam sagata a Sagata sanak ngabambang mengasuh anak b Sagata nyindegh / nyindir sindiran c Sagata bukahaga / bekahago percintaan d Sagata lalaga’an / lelaga’an berolok-olok e Sagata nangguh berpamitan Contoh pattun/segata Bukundang Kalah Sahing Numpang pai nanom peghing Titanom banjagh capa Numpang pai ngulih-ulih Jama kutti sai dija Adek kesaka dija Kuliak nambi dibbi Adek gelagh ni sapa Nyin mubangik ngughau ni Budaghak dipa dinyak Pullan tuha mak lagi Bukundang dipa dinyak Anak tuha mak lagi Payu uy mulang pai uy Dang saka ga di huma Manuk disayang kenuy Layau kimak tigaga Nyilok silok di lawok Lentera di balimbing Najin ghalang kupenok Kidang ghisok kubimbing Kusassat ghelom selom Asal putungga batu Kusassat ghelom pedom Asal putungga niku Kughatopkon mak ghattop Kayu dunggak pumatang Pedom nyak sanga silop Min pitu minjak miwang Indani ghaddak minyak Titanom di cenggighing Musakik kik injuk nyak Bukundang kalah sahing Musaka ya gila wat Ki temon ni peghhati Ya gila sangon mawat Niku masangkon budi Ali-ali di jaghi kiri Gelang di culuk kanan Mahap sunyin di kutti Ki salah dang sayahan Terjemahannya Pacaran Kalah Saingan Numpang menanam bambu Ditanam dekat capa Numpang bertanya Kepada kalian di sini Adik kapan kemari Kulihat kemarin sore Nama adik siapa Agar enak memanggilnya Berladang dimana aku Hutan tua tiada lagi Pacaran dengan siapa aku Anak tua tiada lagi Ya uy pulang dulu uy Jangan lama-lama di ladang Ayam disayang elang Kacau kalau tak dicegah Melihat-lihat di laut Lentera di balimbing Walau jarang kulihat Tapi sering kuucap Kucari ke dasar gelap Asal bersua batu Kucari hingga ke tidur Asal bersua denganmu Kurebahkan tak rebah Kayu di ujung pematang Sejenak aku tertidur Tujuh kali terbangun menangis Layaknya ghaddak minyak Ditanam di lereng bukit Betapa derita kurasakan Pacaran kalah saingan Sudah lama sebenanya ada Kalau memang lebih perhatian Ya memang tidak Kau menanam budi Cincin di jari kiri Gelang di kaki kanan Maaf semuanya kepada kalian Kalau salah jangan mengejek d. Bebandung Bebandung adalah puisi Lampung yang berisi petuah-petuah atau ajaran yang berkenaan dengan agama Islam. Pada zaman dahulu bubandung di gunakan untuk menyampaikan pesan-pesan atau nasihat kepada orang lain dengan cara sindiran ,terkadang di buat dalam bentuk puisi. Bubandung artinya bertemu ,bebandung adalah pertemuan yang disampaikan pada saat mengadakan pertemuan adat, acara bujang gadis dan sebagainya. Pada umumnya bubandung berisikan santeghi berisikan nasihat agama maupun ajaran bermasyarakat. cekhita berisi cerita. Misalnya cerita kesedihan, cerita kegembiraan dan lain- lain. usul taghsul berisi ajaran keyakinan idiologi yang perlu di tanamkan. Contoh bubandung santeghi dengan menggunakan dialek “O” Nabi Muhammad ino Rosul Alam rayo pun bersyukur Ghasone selamat tigeh dikubur Carone shalat zakat dan jujur Gajah lapah cakak mubil Ago atraksei main bal Nayah jimo pannai bedalil Padahal ino ngurangei amal e. Ringget/Pisaan Ringget/pisaan/dadi/highing-highing/wayak/ngehahaddo/hahiwang adalah puisi tradisi Lampung yang lazim digunakan sebagai pengantar acara adat, pelengkap acara pelepasan pengantin wanita ke tempat pengantin pria, pelengkap acara tarian adat cangget, pelengkap acara muda-mudi nyambai, miyah damagh, atau kedayek, senandung saat meninabobokan anak, dan pengisi waktu bersantai. Contoh ringget dengan menggunakan dialek “O” Ikam ago betulang Perwatin ghadeu mengan Cubo pai sedeu kupei Butangguh ago mulang Jamo gham selakian Jam unyin muaghei Suaro ghadeu lattang Ino tando mak supan Gegeh dilem ngipei Lain ikam mak senang Jamo gham sekalian Kimak ino raso atei Lai ikam mak senang Jam kham sekalian Kimak ina khasa hati f. Talibun Talibun adalah karya sastra lisan berupa pantun seuntai dan memiliki rumusan sajak akhir abc, abc. contoh Nagalinang luh ngaghawang Unyin sikam sai di tinggal Sanak atawa pamili Kibau kak ago ngubang Lamen ghasan mak gagak Mulei sikam jo sepei Gegeh tanjagh kelittang Susunan anjak awal Tata titei perretei Bunyei canang sai lattang Ngucap selamat tinggal Sanggup ghasono kuguk buwei g. Hahiwang Yaitu bentuk puisi yang berisikan suatu kisah atau cerita sedih. Perbedaan hahiwang dengan bubandung adalah 1 Bubandung berisi kegembiraan atau kelucuan ,sedangkan hahiwang berisi cerita sedih 2 Syair dari bubandung terdiri dari empat baris dari tiap bait, sedangkan hahiwang enam baris tiap bait atau lebih 3 Lagu/ ritme bubandung dilagukan dengan nada kegembiraan ,sedang hahiwang dengan nada yang sedih. Contoh hahiwangan dalam dialek “A” Sakik sikam ji nimbang Kak kapan ago segai Hiwang ni sanak malang Sikal kilu mahap pai Hgatong mangedok sai di usung Ya gila sanak aghuk Apak ni saka lijung Sisi di tinggal induk Sisi di tinggal induk Mangedok daya lagi Sikam ghatong jak bungkuk Nyeghahko jama kuti
Contoh Puisi Islami dengan Menggunakan Bahasa Lampung Dialek A dan O Puisi Lampung ringget merupakan jenis karya sastra lisan Lampung yang biasanya dibacakan pada acara-acara tertentu, seperti acara adat istiadat pernikahan, acara begawi adat, atau acara fomal lainnya. Berikut ini contoh puisi islami dengan menggunakan bahasa Lampung dialek A dan O RUKUN ISLAM Dialek ADialek ORUKUN ISLAMNawai sanak tagan selamatJama Allah dang lupaBacalah ghua kalimat syahadatGoh ina rukun islam sai peghtamaKi nengis bunyi adzanGeluk ngakuk wai wudhuDang sappai ditinggalkonSholat sai lima waktuLamon ulun ngeguwai ketupatApi lagi lamun haga lebaghanDang lupa ngebayagh zakatKi harta ghadu kelamonanKandukku waghnani suluhKeliyakan sikop temmenPuasa sebulan penuhDi lom bulan RamadhanNgusung ghua sajadahSai guwai ghikkuLapah gham mit mekkahCakak haji ki kak mampuNgakuk buwak di lom talamDikanik bangik temonGoh ina rukun IslamKewajiban umat buimanRUKUN ISLAMNawai sanak tagen selamatJamo Allah dan lupoBacolah wou kalimat syahadatGeh ino rukun islam sai peghtamoKi niyeng bunyi adzanGeluk ngakuk wai wudhuDang sappai ditinggalken Sholat sai lima watteuNayah ulun ngeguwai ketupatNyou lagi lamen agou lebaghanDang lupo ngebayagh zakatKi harta gahdeu kenayahanKandukkeu waghnono suluhKenahan sikep temmenPuasa sebulan penuhDi lem bulan RamadhanNgebou wou sajadahSai guwai jamokeuLapah gham adek MekkahCakak haji ki kak mampuNgakuk juadah di lem talamDikan bangik temmenGeh ino rukun IslamKewajiban umat buimanSumber Mak War diedit seperlunya oleh Willynilly dalam buku Hanggum Bubahasa Lampung. Sumber Referensi Warsiyem, dan Marlia, Hanggum Bubahasa Lampung. Bandarlampung Gunung Pesagi. Pos terkaitTari Sigeh Pengunten/Siger Penguntin/Tari Sembah Khas Adat Budaya Lampung20 Jenis Alat Penangkap Ikan Tradisional di Lampung dan Sumsel yang Sering Dipakai NelayanPengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Pantun/Segata/Adi-Adi Dalam Bahasa Lampung Beserta Artinya LengkapPengertian, Ciri, dan Contoh Pantun Canggot/Cangget dalam Bahasa LampungPengertian, Ciri, dan Contoh Dadi Muda-Mudi dan Dadi Tuha-Tuha Karya Hanona Puan SuntanArti, Ciri, dan Contoh Sagata Buhaga Setimbalan/Percintaan Antara Bujang-Gadis dalam Bahasa Lampung
Pepatah atau pribahasa daerah lampung disebut juga Sesikun Sekiman. Sedangkan dalam bahasa indonesia pepatah disebut juga pribahasa yang memiliki arti atau kiasan tertentu tergantung pada isi yang bahasa daerah Lampung tak lepas dari warisan nenek moyang Melayu zaman dahulu. kita bisa memakai dialek A atau memakai Pepatah dialek O Pepatah daerah lampung sama halnya pribahasa atau puisi melayu, nah berikut contoh pepatah dialek A dan O beserta artinya Contoh Pribahasa dialek A Bela Way Bela Asah artinya Sesuatu yang dilakukan / diusahakan tak ada hasil. Mena Miyang Jak Bajang, Artinya Songong Anak kecil betingkah seperti orang tua. Nimba Lawok mak Langok, Cakak Langit mak Sampai, Artinya Pekerjaan yang sia sia. Paghek Daging Mak Nyisik, Artinya Ada rejeki namun disia-siakan. Kayu Bughak di Rimba, Artinya Hidup tak punya tujuan. Ibung mak jawoh jak ghuppun, Artinya Kelakuan anak biasanya tak jauh dari kelakuan orang tuanya. Wat Sakai, Wat Munih Sambayan, Artinya Ada tolong menolong, ada pula gotong royong. Contoh Pribahasa Dialek O Segalo Rasan Mak Tunai, Artinya Semua urusan tidak pernah tuntas Kacak matei mandi ghah jak ughik keno jajah, Artinya Tidak mau hidup berada di bawah belenggu. Nyow ubah manuk pebalai, Artinya Kalau sudah jadi sifatnya, kan sulit untuk diubah. Besai Wayah Ngelilik Galah, Besi Lakew Ngelilik Ulew, Artinya Banyak tingkah ngelilit leher, banyak berperilaku yang berlebihan melilit kepala. Dikedo biduk disan biduk tenimbo, Artinya Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Way Bulek Jalo Basah, Keranjang Mulang Bakkang, Artinya pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan sia-sia akan bertambah sengsara. Bateu cappak dilatak, Artinya Sesuatu yang hilang tidak akan kembali lagi. Dikedo Way Sai Butek, Disan Sai Nayah Punyew, Artinya Dimana air sungai yang sangat keruh, disana yang banyak ikan.
puisi lampung beserta artinya