pesan nabi muhammad kepada umatnya
Berakhlakkepada Rasulullah saw. termasuk bagian akhlak yang wajib dimiliki oleh umat Islam. Nabi Muhammad saw. merupakan utusan Allah yang memiliki keluhuran budi sehingga menjadi teladan bagi umat manusia. Keteladanan Rasulullah meliputi segala aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Oleh karena itu, sebagai umatnya setiap
TRIBUNJOGJACOM - Allah SWT menciptakan siang dan malam untuk hambanya melakukan aktifitas dan beristirahat.. Ketika malam telah datang, maka tubuh yang telah beraktifitas seharian sudah saatnya mendapatkan porsi yang cukup untuk rehat. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan beberapa hal sebelum merebahkan diri di atas tempat tidur dan terlelap.
DemikianRasulullah pernah bersabda. (hadits al Bukhari dan Muslim). Hal itu karena semasa hidup di dunia mereka tidak punya rasa malu. Tidak punya harga diri. Itulah lima pesan Jibril kepada Rasulullah. Pesan itu tentu untuk umatnya. Untuk kita semua. Bukan untuk Rasulullah. Berikut ini saya ulang kembali lima pesan Jibril itu.
Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barang siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.
Rasulullahsendiri dalam catatan sejarah melaksanakan haji wada pada tahun ke 10 Hijriyah. Dalam suatu hadis, saat melaksanakan haji perpisahan ini, Nabi Muhammad berpesan kepada umatnya untuk menjadi Mukmin , Muslim, Mujahid dan Muhajir.
Vorteile Und Nachteile Der Partnersuche Im Internet. - Nabi Muhammad SAW telah menunjukan jalan yang baik dan benar untuk umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Dengan mematuhi ajaran agama Islam yang dibawa dan diajarkan Rasulullah SAW, umat manusia akan selamat di dunia dan hidupnya, Rasulullah SAW pernah memberi lima pesan kepada umat manusia melalui Abu Hurairah. Lima pesan Nabi Muhammad SAW ini untuk diajarkan dan diamalkan. حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ الصَّوَّافُ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي طَارِقٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَأْخُذُ عَنِّي هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِنَّ أَوْ يُعَلِّمُ مَنْ يَعْمَلُ بِهِنَّ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَخَذَ بِيَدِي فَعَدَّ خَمْسًا وَقَالَ اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَلَا تُكْثِرْ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ جَعْفَرِ بْنِ سُلَيْمَانَ وَالْحَسَنُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ شَيْئًا هَكَذَا رُوِيَ عَنْ أَيُّوبَ وَيُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ وَعَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالُوا لَمْ يَسْمَعْ الْحَسَنُ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَرَوَى أَبُو عُبَيْدَةَ النَّاجِيُّ عَنْ الْحَسَنِ هَذَا الْحَدِيثَ قَوْلَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَNabi Muhammad SAW bersabda "Siapa yang mau mengambil kalimat-kalimat ini dariku lalu mengamalkannya atau mengajarkan kepada orang yang mengamalkannya?" Abu Hurairah menjawab, "Saya, wahai Rasulullah."Kemudian Rasulullah SAW meraih tangan Abu Hurairah lalu menyebut lima hal. Pertama jagalah dirimu dari keharaman-keharaman, niscaya kamu menjadi orang yang paling ahli ibadah. Kedua terimalah pemberian Allah dengan rela, niscaya kamu menjadi orang terkaya.Ketiga berbuat baiklah terhadap tetanggamu, niscaya kamu menjadi orang mumin. Keempat cintailah sesama seperti kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kau menjadi orang Muslim. Kelima jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati. HR At-Tirmidzi BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
- Ketika Rasulullah SAW wafat, jasad beliau ditutupi oleh kain oleh para sahabat. Bagaimana pandangan ulama terkait hal ini? Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa begitu Rasulullah SAW wafat maka jasad beliau yang suci ditutup dengan kain berwarna hitam. Tentu saja, menurut Prof Quraish, kain warna hitam itu merupakan suatu hal yang kebetulan, bukan tanda berkabung, sebagaimana warna tersebut menjadi pilihan sementara orang dewasa ini. Dijelaskan bahwa Sayyidah Aisyah dalam riwayat yang menyatakan bahwa Nabi SAW wafat di pangkuannya, mengambil bantal lalu meletakkan kepala Rasulullah SAW di bantal itu. Sambil kemudian beliau dengan suara keras menyampaikan berita duka itu kepada hadirin yang datang di sekelilingnya. Adapun putri Nabi, Fatimah Az-Zahra, begitu mendengar berita duka tentang ayahnya dari Sayyidah Aisyah, ia berkata Ya abatah… ajaaba Rabban da’aahu/Aduhai ayahku, Tuhan menerima doanya Ya abatah… jannatul-firdausi ma’wa’waahu/Aduhai ayahku, surga Firdaus tempatnya Ya abatah… ila Jibrila nan’aahu/Aduhai ayahku, kepada Jibril kami menyampaikan sungkawa Perkataan Fatimah Azzahra di atas merupakan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kadar haditsnya shahih. Demikianlah Rasulullah SAW wafat di mana akhir pesan beliau secara utama adalah tentang shalat, dan tentunya beliau juga meninggalkan teladan mulia yang tiada terkira. Pesan Rasulullah sebelum wafat, “As-shalatu wa maa malakat aimanukum." Yang artinya “Perhatikanlah shalat, demikian juga orang-orang yang kamu kuasai wanita dan hamba sahaya,”. Dengan pesan tersebut, semoga umat Muslim saat ini mampu meneladani sikap Rasulullah dan mampu menjalankan pesan itu dengan sekuat tenaga.
Sadarkah kamu, betapa banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, tetapi banyak orang yang tidak sadar. Diantaranya adalah nikmat ketika masa muda, ketika mendapatkan kesehatan, ketika diberikan kekayaan, dan dengan hal di atas, Rasulullah SAW berpesan melalui hadis dari Ibnu 'Abbas Radiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, waktu luangku sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu" Supaya penjelasannya lebih dimengerti, simak ulasan berikut ini, ya!1. Manfaatkanlah waktu mudamu, sebelum waktu tuamuilustrasi membaca Al-Qur'an masih muda, pasti kita masih merasakan fisik yang sehat dan bugar, ya. Berbeda ketika sudah tua, fisik pasti melemah, bahkan semangat pun akan semakin menyusut. Sebelum terlambat, masa muda kita harus memiliki visi dan misi yang jelas, yaitu dengan menjalani kehidupan yang penuh produktif, semata-mata untuk meraih rida Allah SWT. Jangan sampai ketika sudah tua nanti, penyesalan datang karena tidak memaksimalkan ibadah ketika masa mudanya. Perbaiki, yuk!2. Manfaatkan waktu sehat, sebelum datang waktu sakit ilustrasi produktif adalah aset yang paling berharga bagi setiap orang. Tidak semua orang mampu merasakan nikmat yang satu ini. Kadang ada yang harus diberi sakit dulu oleh-Nya, baru ia merasakan betapa berharganya berpesan, agar kita tidak menyia-nyiakan waktu ketika sehat, dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Lakukanlah hal yang positif sesuai dengan porsi dan kemampuan kita masing-masing. 3. Kekayaanmu, sebelum masa fakirmuilustrasi memegang uang Grabowska Hidup menjadi orang kaya, tidak selamanya mengenakkan, lho. Tahukah kamu, bahwa ujian Allah itu lebih berat diberikan kepada orang kaya daripada orang fakir. Orang kaya akan diuji sejauh mana ketulusan mereka dalam menyedekahkan hartanya di jalan semua harta itu hanyalah titipan semata, dan tentunya ada beberapa golongan yang memiliki hak terhadap harta kita. Seperti kaum duafa, miskin, fakir, dan sebagainya. Jika tidak kita sedekahkan kepada orang yang membutuhkan, maka hidup kita di dunia ini seakan-akan tidak ada artinya. Baca Juga Meneladani Kesalehan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 4. Isi waktu kosongmu, sebelum masa sibukmu ilustrasi membaca buku dan manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin. Bisa dengan membaca buku, berolahraga, belajar, dan kegiatan positif lainnya. Pada intinya, tetaplah untuk memiliki kegiatan yang positif, agar hidup semakin bermakna. Ada pepatah Arab mengatakan, "waktu itu lebih berharga daripada emas."Begitu berharganya, sehingga emas pun kalah eksisnya dengan waktu. Mulai dari sekarang, mari kita berusaha agar waktu yang kita miliki, bermanfaat dan jauh dari kata sia-sia. 5. Hidupmu sebelum matimuilustrasi dalam perjalanan adalah tentang perjalanan. Pada hakikatnya, semua akan kembali kepada sang pencipta alam semesta. Bekal yang perlu dipersiapkan untuk pulang hanyalah satu, yaitu ketaatan kepada Allah SWT. Kematian pasti tidak ada yang tahu, kan. Ia bisa datang kapan saja, dan di mana saja tanpa kita ketahui. Jangan sampai ajal menjemput, kita menyesal karena umur semasa di dunia tidak digunakan dengan baik. Semoga sehat yang Allah berikan, kekayaan yang melimpah, juga waktu yang kita miliki, bisa menjadi wasilah kebaikan untuk menghadap sang pencipta kelak. Amin. Baca Juga Surah Abasa, Teguran Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Pesan Nabi setelah Ramadhan. Sumber hitungan hari, bulan Ramadhan telah berakhir. Hal inilah yang mendorong umat muslim untuk semakin giat dalam melaksanakan ibadah, baik itu saat bulan Ramadhan ataupun setelahnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan pesan-pesan khusus pada umatnya. Lantas, apa pesan Nabi setelah Ramadhan?Simak penjelasan selengkapnya tentang pesan Nabi Muhammad SAW kepada umat muslim setelah Ramadhan dalam artikel Nabi Setelah Ramadhan kepada Umat MuslimPesan Nabi setelah Ramadhan. Sumber dari buku Ramadhan Bersama Nabi Tafsir dan Hadis Tematik di Bulan Suci karya Rosidin 202133, pesan Nabi setelah Ramadhan berakhir kepada umat muslim adalah agar tetap mempertahankan ibadahnya yang telah dilakukan selama satu bulan penuh ketika cuma itu saja, umat muslim juga diperintahkan untuk menyempurnakan dan menekuni amalan-amalan yang mereka kerjakan tanpa perlu merasa khawatir jika amalan tersebut ditolak. Hal tersebut bahkan sudah dikatakan langsung oleh Ali bin Abi Thalib yang berbunyi sebagai لِقَبُوْلِ اْلعَمَلِ أَشَدَّ اهْتِمَامًا مِنْكُمْ بِاْلعَمَلِ أَلَمْ تَسْمَعُوْا اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُوْلُ إِنَّمَا يَتَقَبَلُ اللهُ مِنَ اْلمُتَّقِيْنَArtinya, ”Hendaklah kalian lebih memperhatikan bagaimana agar amalan kalian diterima daripada hanya sekedar beramal. Tidakkah kalian menyimak firman Allah ’azza wa jalla,[إِنَّمَا يَتَقَبَلُ اللهُ مِنَ اْلمُتَّقِيْنَArtinya, “Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.” Al Maaidah 27.” Lathaaiful Ma’arif 232.Jadi, meskipun bulan Ramadhan sudah berakhir, namun kita sebagai umat muslim yang taat tetap harus mempertahankan ibadah dan amalan-amalan yang telah dilakukan. Dengan begitu, maka kita bisa menunjukkan sikap istiqomah dan konsisten dengan amalan itu, setelah puasa Ramadhan berakhir, umat muslim juga tetap dapat melaksanakan puasa sepanjang tahun. Salah satunya adalah dengan melaksanakan puasa di bulan Syawal selama enam hari. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi sebagai صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِArtinya, ”Siapa yang mengerjakan puasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun.” HR. Muslim nomor 1164Demikian penjelasan tentang pesan Nabi setelah Ramadhan yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim. Anne
Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Mari sama-sama kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala laranganNya. Sebab, dengan taqwa inilah, semoga kelak kita menjadi penghuni surga, amin ya rabbal alamin. Kemuliaan bulan Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan oleh Al Allamah Syaikh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Najah was Surur karena di dalamnya terdapat kewajiban haji rukun Islam. Dalam bulan Dzulhijjah, semua doa akan dikabulkan oleh Allah. Maka Allah mengabadikan kemulian sepuluh hari Dzulhijjah dalam Al Qur’an وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ Artinya “Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” QS. Al Fajr 1-2 Ulama berbeda pendapat dalam memaknai ayat ini Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan adapula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram,termasuk di dalamnya hari Asyura. Sedangkan Imam Suyuthi mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Pendapat mengenai sepuluh malam Dzulhijjah dalam Surat Al Fajr ditegaskan pula oleh Syaikh Muhammad bin Nashiruddin Addimasyqi Asy Syafi’i “Ayat walayalin aysr menggunakan kalimat nakirah umum karena malam-malam itu adalah paling utamanya malam dalam setahun. Maka pendapat bahwa itu sepuluh malam Dzulhijjah sangat sohih dan masyhur. Para ulama menjelaskan bahwa fajar itu adalah fajar hari Arafah dan yang dimaksud malam sepuluh adalah sepuluh malam Dzulhijjah.” Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Salah satu pesan penting yang dapat kita ambil dari peristiwa Idul Adha di bulan Dzulhijjah ini adalah mengenai khutbah Rasulullah Muhammad ﷺ saat berkhutbah di depan para shahabatnya. Dalam kitab Khutubatun Nabi Rasulillah disampaikan bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda عن ابن عباس رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم خطب الناس يوم النحر فقال يا ايها الناس اي يوم هذا؟ قالوا يوم حرام قال فاي بلد هذا؟ قالوا بلد حرام قال فاي شهر هذا قالوا شهر حرام. قال فان دماءكم واموالكم واعراضكم عليكم حرام كحرمة يومكم هذا في بلدكم هذا وفي شهركم هذا Artinya Hadits dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada para umatnya pada hari Idul Qurban. Nabi bersabda “Wahai para manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab Ini ini haram. Wahai para manusia, negara apakah ini? Mereka menjawab Ini negara para manusia, bulan apakah ini? Mereka menjawab Ini bulan haram.” Nabi Muhammad bersabda lagi “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan anggota tubuhmu itu haram sebagaimana keharaman hari ini, di negara ini dan bulan ini. HR Imam Bukhari Kalimat Rasulullah dalam khutbah itu diulang-ulang dan dilanjutkan dengan doa dan penegasan bahwa khutbah itu sebagai wasiyat pada umatnya. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi pertumpahan darah antara umat Islam dengan kaum kafir setelah hari Idul Qurban itu. Dari hadits tersebut di atas, sebagai umat Islam yang merasakan nikmatnya hidup di Indonesia yang telah merdeka 76 tahun, dapat mengambil tiga pesan Rasulullah dimaksud Pertama, seorang pemimpin umat Islam harus berkomunikasi dan selalu membimbing umatnya. Salah satu cara komunikasi itu yakni dengan mengingatkan betapa pentingnya hari dan bulan yang mulia dan diharamkan oleh Allah. Memperingati hari dan bulan haram adalah dengan melaksanakan sunnah Rasulullah berpuasa, bertaqarrub dan beramal sosial secara istiqamah. Dan di bulan haram, tidak diperbolehkan perang beradu fisik dan menebar fitnah Kedua, di dalam sebuah kemulian ada tempat hidup yang selalu digunakan untuk beribadah, Nabi menyebutnya dengan kata balad. Kata balad dalam Kamus Al Munawwir karya KH Ahmad Warson Munawwir yang telah dikoreksi KH Ali Ma’shum dan KH Zainal Abidin Munawwir bermakna daerah, negeri, desa, kampung, tanah air. Jika Nabi Muhammad ﷺ menyebut kata balad dalam khutbah idul adha, maka perlu kita ambil hikmah bahwa betapa cintanya Nabi Muhammad kepada tanah airnya sesuai dengan firman Allah إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Artinya “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu melaksanakan hukum-hukum Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali Makkah. Katakanlah "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". QS. Al Qashah 85 Ketiga, betapa pentingnya menjadikan Islam sebagai agama yang mendorong lahirnya perdamaian, bukan agama kekerasan penuh peperangan. Sejarah perintah berqurban kepada Nabi Ibrahim yang diminta menyembelih putranya Nabi Ismail dan kemudian diganti domba adalah sebuah bukti bahwa Islam sangat melindungi hak asasi manusia dan cinta perdamaian. Al Qur’an mencatat sejarah ini sebagai bentuk penyempurnaan manusia berbakti pada Allah Surat As Shaffat ayat 102 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Syaikh Utsman bin Hasan Al Khaubawi dalam kitab Durratun Nashihin memberikan penjelasan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim dari negeri Syam hingga Makkah dalam mengikuti perintah Allah diabadikan dalam rangkaian ibadah sunnah puasa Tarwiyah yataraw, memikirkan diri atas mimpi menyembelih anaknya dan puasa Arafah arafa, tahu dan yakin bahwa mimpi itu dari Allah. Arafah juga menjadi tempat puncak ibadah haji. Dan kemudian hari kesepuluh Dzulhijjah menjadi penyembelihan nahr. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Rasa syukur Nabi Ibrahim atas tidak jadinya menyembelih putranya, diganti dengan menyembelih kambing, 300 lembu dan 100 unta demi taat kepada Allah. Jelas sekali bahwa qurban ini menjadi ibadah sosial yang sangat mengangkat derajat para peternak hewan dan menjadi bukti emansipasi kepada kaum dlu’afa yang menerima manfaat pembagian daging qurban. Di penghujung khutbah ini perlu ditegaskan kembali pentingnya umat Islam memuliakan agama dengan cara mengikuti seluruh perintah Allah. Umat Islam yang sudah kaya harta, diwajibkan untuk haji ke baitullah. Termasuk disunnahkan melaksakanakan qurban. Allah berfirman إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ Artinya “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.” QS. Al Kautsar 1-3 Hal terpenting lainnya adalah tentang memanusiakan bangsa dengan cara yang tepat mencintai tanah air hubbul wathan. Kita tahu bahwa Makkah yang disanjung oleh Nabi Muhammad sebagai titik sejarah peradaban. Bahkan di sekeliling Ka’bah antara hajar aswad, makam Ibrahim dan sumur Zamzam ada makam Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Syu’aib, Nabi Shalih dan 99 Nabi lainnya kitab Manasik Hajikarya Syaikh Shalih bin Umar Assamarani. Dengan cara Nabi mencintai Makkah dan Madinah, maka kita pun bangsa Indonesia juga sangat perlu mencintai negeri tanah air ini dengan menjadikan negeri yang damai, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Nabi Muhammad menyempurnakan syariat Islam dengan kesempurnaan iman melalui cinta tanah air. Termasuk di usia 30 tahun, Nabi Muhammad berhasil menyatukan Makkah dengan peletakan hajar aswad di samping pintu Ka’bah. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Mengakhiri hari jumat di bulan Dzulhijjah tahun ini, mari kita tetap teguhkan bahwa agama Islam yang kita anut menjadi Islam rahmatan lil alamin, agama penebar kasih sayang. Dan mari kita isi, hari demi hari hidup di Indonesia dengan teguh memegang ajaran agama Islam dan cinta tanah air dalam rangka menyempurnakan keimanan kita. جعلنا الله وإياكم من والفائزين الامنين وادخلنا واياكم في زمرة عباده الصالحين اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وقال اني ذاهب الى ربي سيهدين رب هب لي من الصالحين وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Penulis M. Rikza Chamami, Sumber NU Online
pesan nabi muhammad kepada umatnya