pro dan kontra kurangnya pendidikan agama penyebab penyalahgunaan narkoba

1 Penyebab Penyalagunaan Narkoba Dari Faktor Pribadi Diri Sendiri. Ada beberapa faktor pribadi yang bisa menyebabkan remaja terlibat penyalahgunaan narkoba, dan berikut faktor pribadi itu sendiri : Mental yang lemah, ini menyebabkan remaja mudah goyah dan mudah terpengaruh ajakan keburukan. Mental yang lemah ini bisa berbentuk seperti selalu PandanganAgama tentang Penyalahgunaan Narkoba Penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang religius. Setiap agama yang diakui di Indonesia mengatur tentang moral penganutnya. Berikut ini adalah pandangan agama terhadap Narkoba. narkoba) dan judi karena bisa membius nalar yang sehat dan jernih. Khamar (termasuk narkoba) dan judi potensial dengananggapan narkoba itu keren. Selain itu ketika reamaja tersebut sedang dalam masalah dan tidak ada tempat untuk mencurahkannya maka larinya akan ke narkoba. Mereka pun terlibat kedalam pergaulan bebas, termasuk mengkonsumsi narkoba. Penggunaan narkoba juga terjadi di dunia pendidikan termasuk di lingkungan kecamatan Bukit Kapur kota Dumai. Kurangnyapendidikan agama di rumah dan sekolah menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada remaja. Karena kurangnya pendidikan agama yang diberikan, para remaja tidak tahu mana perilaku yang baik dan mana perilaku buruk. Mereka belum menemukan jati dirinya dan kurang mendapatkan siraman rohani, sehingga mudah diajak untuk menggunakan Pendapatpro(3) dan kontra(3) kurangnya pendidikan agama di rumah dan sekolah menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada remaja! - 9655790 hafidainurrifki17 hafidainurrifki17 01.03.2017 Vorteile Und Nachteile Der Partnersuche Im Internet. Oleh Nur Hidayat Mahasiswa UMRAH Agama merupakan keyakinan yang diyakini olehh setiap pemeluknya untuk menyambung hubungan kemanusiaan dan ketuhanan dalam bentuk ritual-ritual ibadah. Dalam agama sebagaimana agama-agama yang diakui oleh negara republik Indonesia yakni Islam, hindu, Budha, Katolik, Protestan dan Kong hucu memberikan pengajaran-pengajaran serta didikan hukum dan ketentuan beragama baik kepada Tuhannya, sesama manusia, sesama makhluk hidup dan seluruh jagat raya ini. Dengan demikian, bagi setiap pemeluk agama yang mengikuti ajaran agamanya dengan baik dan benar akan mendapatkan keteraturan dalam menjalankan hidup, terutama dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga dengan tuntunan yang mereka miliki berdasarkan agama yang mereka yakini, akan membawa perubahan hidup yang lebih baik lagi jika diikuti dan ditekuni dengan sempurna. Agama membentuk seseorang menjadi karakter yang kuat dan tangguh, berprinsip serta menumbuhkan moralitas yang berkualitas bagi pemeluknya. Sehingga setiap pemeluknya akan mengetahui dengan pasti cara menjalani aktiviats mereka sehari-hari, apa yang mereka lakukan dan kerjakan, serta bagaimana cara mendapakan apa yang mereka inginkan. Tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pemeluknya, dengan beragama dan menuntut nilai-nilai agama secara baik, setiap pemeluk pasti akan memeprtimbangkan segala aspek kehidupan aygn emreka kerjakan dengan memeprtimbangkan agamanya. Takut akan hukum-hukum tuhannya dan takut akan karma yang berlaku kepada mereka. Sudah menjadi kesepakatan oelh seluruh agama yang bdiakui di Indonesia bahwa narkoba barang yang berbahaya dan haram digunakan. Setiap pengguna dan pelaku pnegedaran narkoba adalah dosa besar. Karena tidak hanya membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri namun juga berdampak buruk bagiorang lain. Setiap manusia yang menyakini kebenaran dan nilai-nilai ketuhanan yang baik didalam agama yang mereka anut, dapat dipastikan akan menjauhi perilaku-perilaku yang salah. Moral yang baik dapat membimbing pemeluknya kearah yang baik penerapan-penerapan pendidikan agama sejak dini kepada anak menjadikan pertahanan kuat bagi generasi kegenerasi. Menolak keberadaan dan peredaran narkoba, penggunaan narkoba dan pembuatan atau produksi narkoba. Agama membimbing dan memebrikan pemahaman terhadap nilai ketuhanan yang tidak mendukung pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang buruk termasuk penggunaan dan pengedaran nakoba, apalagi memproduksi. Seperti salah satu agama yang dikui di Indoensia ialah agama Islam. Didalam agama islam, sangat jelas bahwa narkoba adalah barang haram. Haram bagi penggunanya dan haram bagi pelaku pengedarannya. Ada hukum-hukum agama yang dapat akan dijatuhkan kepada mereka yang memeluk agama islam seseuai dengan ketentuan tuntunan agamanya. Selain melalaui ketentuan agama dalam menyerukan untuk menjauhi perbuatan yang buruk, juga terdapat upaya lainnya yang dilakukan dengan pendekatan-pendekatan kerohanian yang dilakukan oleh setiap pemuka agama. Misallnya melalui khutbah-khutbah, ceramah, maupun kajian-kajian yang dilakukan demi menjaga nilai-nilai keagamaan dalam diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada tuhannya. Penyebaran brosur atau iklan-iklan yang mengaitkan dengan nilai-nilai keagamaan, dampak-dampak yang akan diterima oleh pengguna dan pengedarnya serta seruan lainnya kepada masyarakat yang beragama agar menjauhi narkoba. Disisi lain, pemerintah melalui dinas pendidikan juga bekerja sama dengan setiap lembaga pendidikan baik lembaga pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi negeri maupun swasta untuk mendorong pengetahuan agama tentang penggunaan dan pengedaran narkoba. Terutama lembaga pendidikan bagi anak-anak. Sangking gencar dan seriusnya pemerintah untuk memberantas dan menanangi penyalahgunaan serta peredaran narkoba, pelajaran-pelajran apda setiap sekolah menyentuh kepada narkoba. Artinya, ada penananam nilai-nilai akidah dan akhlak terhadap setiap siswa untuk mengetahui ancaman dan bahaya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Jika nilai-nilai ini ditumbuhkan sejak dini dan diperkuat dengan bimbingan orang tua, keluarga serta pihak lainnya, maka anak-anak bangsa dapat menjaminkan diri untuk menjauhi perbuatan haram tersebut. Sadar akan bahaya narkoba dan peredaran narkoba yang dapat merusak diri serta keimanan mereka, merusak kelaurga mereka serta merusak lingkungan mereka. Anak-anak bangsa akan lebih selektif dalam pergaulan mereka. Dengan siapa mereka bergaul dan bagaimana cara mereka bergaul. Selain itu nilai-nilai agama juga mengajarkan dan menanamkan perilaku yang baik untuk hobi-hobi anak bangsa agar senantiasa mengarahkan kearah yang positif. Jika penerpaan pengeetahuan dan pemahaman nilai-nilai keagamaan sudah kaut, maka narkobapun perlahan akan mulai dapat diatasi baik penggunaannya maupun peredarannya dilingkungan masyarakat akibat adanya kesadaran yang timbul dalam diri untuk melakukan perilaku pitif dan baik serta memebrikan perubahan masyarakat dan bangsa. Referensi Kementrian Agama Republik Indonesia. 2017. Peran Tokoh Agama Dalam Pencegahan Narkoba. Diponegoro. Astuti, Veti Anggraini. 2018. Peran Pendidikan Agama Ilam untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Studi Kasus pada Siswa SMK Raden Rahmat Mojosari Mojokerto. Terkait Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan merupakan suatu bentuk pembelajaran pengetahuan,keterampilan yang diberikan oleh seorang tenaga pendidik terhadap seorang peserta didik sebagai penerima pembelajaran masih menjadi suatu bidang yang dijadikan sebagai pembentukan karakter dalam menumbuhkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta didik,yang melibatkan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai transformator ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan khusunya peserta didik .Pembentukan karakter yang diberikan oleh guru peserta didik terhadap siswa tidak dapat dipungkiri akan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanannya yakni timbulnya salah satu masalah pendidikan yang menjadi sorotan tajam yaitu penyalahgunaan penggunaan Narkoba terhadap peserta didik atau pelajar. Ketika tingkat pendidikan pelajar semakin tinggi maka pastinya mereka akan memiliki lingkungan yang berbeda-beda sehingga siswa perlu proses adaptasi tesebut perlu adanya pengawasan baik dari orang tua maupun dari yang sama dalam situasi tersebut maraknya penggunaan Narkoba dilingkungan sekolah atau sesama pelajar bahkan dalam tempat sepergaulannya ikut kedalam penyalahgunaan Narkoba,Hal tersebut merupakan yang membuat anak menjadi rentan terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Komisariat Jendral Polisi Heri Winarko menyebutkan penyalahgunaan narkotika dikalangan remaja semakin meningkat,dimana ada pengingkatan sebesar 24 sampai 28 persen remaja yang menggunkan itu jika dilihat dalam permasalahan pendidikan mengenai Penyalahgunaan Narkoba bahwasannya tidak luput dari adanya Disfungsi keluarga yaitu dimana peran keluarga tidak mejalankan tugas dan fungsinya dalam keluarga dengan semestinya sehingga menyebabkan atau mempengaruhi keutuhan keluarga sebagai suatu satu fungsi keluarga adalah memberikan sosialisasi atau pendidikan terhadap anak mengenai nilai dan norma yang harus dilakukan oleh mereka apa yang seharusnya mereka lakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan,membentuk kepribribadiannya,mengontrol tingkah lakunya,sikapnya,serat melatih emosional anak dalam bersosialisasi dalam lingkungan Keluarga memberikan salah satu dampak yang terjadi pada anak yaitu adanya penyalahgunaan Narkoba pada kalangan pelajar yang pada dasarnya hal ini diakibatkan oleh peran keluarga atau orang tua yang tidak berfungsi dengan semestinya. Tidak dapat dipungkiri tindakan penyalahgunaan Narkoba pada pelajar pastinya terdapat factor –faktor yang menyebabkan mereka terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba seperti komunikasi antara siswa dengan orang tua tidak baik,perceraian orang tua,kekerasan terhadap anak,factor itu siswa atau pelajar menganggap bahwa menggunakan Narkoba memberikan efek kepercayaan diri terhadap mereka dan dapat menghilangkan stress atas apa yang siwa atau pelajar tersebut alami dalam persepsi atau sugesti factor-faktor penyebab siswa dapat melakukan tindakan penyalahgunaan Narkoba dapat diatasi dengan adanya Pendidikan Narkoba yang ditanamkan pada para siswa yang dilakukan oleh guru maupun orangtua. Selain itu Menjalin hubungan antara Keluarga dengan Sekolah tentunya perlu dilakukan dalam hal ini tentunya bukan hanya sekolah dapat mengetahui pola interaksi yang terjalin antara orang tua dengan siswa tetapi hal ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua agar dapat mengetahui bagaimana proses perkembangan yang terjadi didalam sekolah sehingga tidak dapat dipungkiri dalam proses menjalin hubungan antara keluarga dengan sekolah dapat diselipkan bagaimana pendidikan Narkotika perlu diberikan pemahaman dalam keluarga yang nantinya akan disampaikan atau diberikan kepada siswaanak Salah satu bentuk pendidikan narkoba adalah adanya sosialisasi mengenai bahaya dan dampak negative dari penyalahgunaan Narkoba dengan cara menerapkan kehidupan yang sehat,menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua maupun dengan guru,membekali siswa dengan nilai dan norma yang baik sehingga mereka dapat menghinadri dan mencegah penyalahgunaan Narkoba, Sebab pendidikan Narkoba sedari dini perlu ditanamkan dalam diri siswa karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Lihat Pendidikan Selengkapnya Review Of Pro Dan Kontra Kurangnya Pendidikan Agama Penyebab Penyalahgunaan Narkoba 2023. Karena salah satu penyebab terjerumusnya kita ke dalam hal negatif termasuk penyalahgunaan narkoba ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang kita serap,” tutur. Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal,.Contoh Debat Bahasa Inggris Tentang Narkoba Mosaicone from kurangnya pendidikan ilmu dan agama sehingga anak menyimpang pada perbuatan yang tidak baik seperti narkoba. Islam berperan penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan hanya dengan pendidikan agama islam dapat ditumbuhkan sikap positif yang dalam hidupnya selalu. Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaituBeberapa Hal Yang Termasuk Di Dalam Faktor Pribadi Adalah Genetik, Bilogis,.Saat ini di indonesia ada 3 kejahatan besar yang membutuhkan perhatian intensif, di antaranya adalah penyalahgunaan naroba, korupsi dan terorisme. Berdasarkan hasil kedua metode tersebut saya menyimpulkan bahwa pendidikan agama islam memang membawa dampak yang sangat besar dalam mencegah. Menurutnya, apabila para pelajar dibekali ilmu agama yang benar dan kuat, maka niscaya mereka tidak akan mudah terpengaruh penyalagunaan Oleh Mantan Deputi Rehabilitasi Bnn penyalagunaan narkoba dari faktor pribadi diri sendiri. Di dalam keluarga, hubungan yang retak antara ayah dan ibu,. Penyebab kenakalan remaja secara internal yang pertama adalah krisis Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba Diantaranya YaituPendidikan agama islam untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di smk raden rahmat mojosari mojokerto sangat berperan penting seperti dengan penyuluhan tentang bahaya. Bukti tim afirmasi tentang kurangnya pendidikan agama di rumah dan sekolah menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada remaja badpel16 anak salah satu musisi, ahmad dani,. Islam berperan penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan hanya dengan pendidikan agama islam dapat ditumbuhkan sikap positif yang dalam hidupnya Faktor Lingkungan, Keluarga, Sekolah, Dan Teman Sebaya Sangat Memengaruhi Penyebab Penggunaan tim afirmasi tentang kurangnya pendidikan agama di rumah dan sekolah menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba pada remaja badpel16 benar, karena sudah. Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal,. Karena salah satu penyebab terjerumusnya kita ke dalam hal negatif termasuk penyalahgunaan narkoba ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang kita serap,” Setia Utami Pada Acara Penyalahgunaan Narkoba Dan Dampaknya Terhadap Kualitas Sdm, Senin 7/6/2021,.Mereka menggunakan narkoba dengan berbagai alasan. Krisis identitas ini tidak lain terjadi karena di umur remaja anak akan mengalami perasaan untuk. Pendidikan, kurangnya pendidikan ilmu dan agama sehingga anak menyimpang pada perbuatan yang tidak baik seperti narkoba. Lampung Kalianda – Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa. Pengertian Narkoba Narkoba adalah obat, bahan dan zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan atau disuntik berpengaruh pada kerja otak dan sering menyebabkan kerja otak berubah. Demikian pula fungsi vital organ lain seperti jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain. Dampak bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dampak Fisik Gangguan pada sistem saraf neorologis kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah kardiovaskuler infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah. Gangguan pada kulit dermatologis penanahan, bekas suntikan dan alergi. Gangguan pada paru-paru pulmoner penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup. Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama. Dampak psikologis Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat. Dampak sosial dan ekonomi Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum. Ciri-ciri penyalahguna Narkoba Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari jalan sempoyongan; penampilan dunguk; bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang. Perubahan psikologis gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung. Perubahan prilaku sosial menghindari kontak mata langsung; suka melawan; mudah tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di kamar. Dari sudut individu, penyalahgunaan narkoba harus dipahami dari masalah perilaku yang kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor berbicara tentang keluarga, kelompok sebaya, kehidupan sekolah, dan masyarakat. Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk. Ada lima faktor utama seorang menjadi rawan terhadap narkoba yaitu 1 Keyakinan Adiktif Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri sendiri, orang lain dan dunia sekitar. Semua keyakinan itu menentukan kepribadian, dan perilakunya sehari-hari. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna,harus menguasai dan mengendalikan orang lain, harus memperoleh apa yang diinginkannya. Keyakinaan itu umumnya tidak disadari, seseorang tidak akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain. 2 Kepribadian Adiktif Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah teropsesi pada diri sendiri, kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera. 3 Ketidakmampuan Menghadapi Masalah Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan kebanyakan orang lebih suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat memuaskan keinginannya. 4 Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Emosional Tidak Terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa aman, tujuan hidup, serta ini masih pula ditambah ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi. 5 Kurangnya Dukungan Sosial Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah menyebabkan mencari penyelesaian pada narkoba. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan narkoba, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaitu 1. Faktor kepribadian Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba . Kurangnya Pengendalian Diri Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba. Konflik Individu/Emosi Yang Belum Stabil Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba. Terbiasa Hidup Senang / Mewah Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan. 2. Faktor Keluarga Kurangnya kontrol keluarga Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian diluar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama teman-temanya. Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimuali dari keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab kepada anak akan mengurangi resiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua dan masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba menggunakan narkoba. 3. Faktor Lingkungan Masyarakat Yang Individualis Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak individu dalam masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak. Pengaruh Teman Sebaya Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba. 4. Faktor Pendidikan Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. 5. Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja atnara lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik bisa dikatakan merasa seperti alien, diasingkan 6. Faktor Populasi Yang Rentan Remaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-coba narkoba, seperti amphetamine-type stimulants termasuk didalamnya alkohol, tembakau dan obat-obatan yang diminum tanpa resep atau petunjuk dari dokter, serta obat psikoaktif sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada akhirnya Akibat penyalahgunaan narkoba bagi pelajar 1 Bagi Diri Sendiri 1. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja 1 Daya ingat sehingga mudah lupa 2 Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi 3 Persepsi sehingga memberi perasaan semu. 1. Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup, berpengaruh pada tubuh dan perilakunya. 2. Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi dengan dosis yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan atau peredaran otak. 3. Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan pemakaianya. 4. Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving rasa rindu pada narkoba walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan berulang kali kambuh. 5. Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu. Terjadi perubahan mental, gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar lemah. 6. Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti, hati, jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain, 7. Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama, sosial-budaya, seperti seks bebas dengan akibatpenyakit kelamin, kehamilan tak diinginkan. Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri sendiri, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain. 8. Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan di tahan polisi atau bahkan di penjara. RESIKO PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA – Umumnya seorang pengguna Narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi – Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan – Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi, sekalipun seorang pecandu sudah pulih beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup. Pencegahan penanggulangan Narkoba Penggunaan narkoba tidak sesuai dengan ketentuan disebut penyalahgunaan narkoba. Sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba ini yang telah menimpa generasi muda, mulai dari anak SD sampai perguran tinggi. Mereka yang terkena penyalahgunaan narkoba akan mengalami ketidak seimbangan emosi, kemauan. Pola penyalahgunaan narkoba mula mula di mulai dengan bujukan, penawaran, ataupun tekanan dari seseorang atau kelompok yang bersangkutan. Dorongan rasa ingin tahu, ingin mencoba dan atau ingin merasakan maka anak mau menerima tawaran tersebut. Dan hal ini makin lama makin ketagihan, sulit untuk menolak tawaran tersebut. Korban-korban penyalahgunaan narkoba mulai sejak SD, SMP, SMA dan bahkan ke perguruan tinggi, untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini mungkin. cara cara pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Dengan basis sekolah sebagai salah satu aspek masyarakat yang menyiapkan warganya untuk masa depan. seperti bersikap dan berperilaku positip, mengenal situasi penawaran/ajakan dan terampil menolak tawaran/ajakan tersebut. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku manusia bukan semata-mata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Maka dalam usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba itu perlu pendekatan tingkah laku. Tentu saja hal ini perlu selektif, jangan sampai terjadi sebaliknya. Karena dorongan rasa ingin tahu justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maka dikembangkanlah cara belajar hidup bertanggung jawab. Dan menangkal terjadinya kekerasan akibat penyualahgunaan narkoba. Cara yang harus dilakukan adalah DARE Drug Abuse Resisstance Education Program , yang populer di Amerika Serikat pada sekarang ini. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Penanggulangan Narkoba Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh bangsa dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi dalam menanggulangi Narkob di negara kita ini. sebagai berikut 1. Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Mencegah penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kapasitas pada bidang terkait, meningkatkan kualitas seorang aparat, n menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat melalui lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja. Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati” menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dengan usaha kegiatan n menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, prilaku dan hidup sehat tanpa narkoba. Strategi Nasional Usaha Promotif Usaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan dn pengembangan lingkungan masyarakat bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif. Strategi nasional untuk komunikasi, Informasi dan Pendidikan Pencegahan. Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa. Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remajapemuda lainnya, oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7 Tujuh jalur yaitu Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya. Pendidikan, sekolah maupun luar sekolahdengan kelompok sasaran gurutenaga pendidikan dan peserta didikwarga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler. Lembaga keagamaan, engan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya. Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remajapemuda dan masyarakat. Organisasi Wilayah Pemukiman LKMD, RT,RW, dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat. Unit- unit kerja, dengan sasaran Pimpinan, Karyawan dan keluargannya. Mass Media baik elektronik, cetak dan Media Interpersonal Talk show dan dialog interaktif, dengan sasaran luas maupun individu. Terkait Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja dan Pelajar Serta Pandangan Dalam Agama IslamNaily Himmatul UlyaNailyhilya 3120008 Narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya atau biasa disingkat dengan istilah narkoba. Narkoba merupakan obat berbahaya yang dapat membuat seseorang menjadi lumpuh atau mati rasa akibat mengkonsumsinya. Ada beberapa macam dari narkotika ialah opioida, morfin, codein, heroin, ganja, metadon, dan kokain. Macam-macam psikotropika yaitu amphetamine dan ATS Amphetamine Type Stimulants. Macam-macam dari bahan adiktif lainnya yaitu alkohol, kafein atau caffine, zat sedatif dan hipnotika, halusinogen dan inhalansia. Ada beberapa jenis narkoba yang digunakan untuk kesehatan, membantu kegiatan medis, dan juga digunakan untuk penelitian. Namun, ada beberapa orang yang terkadang melakukan penyalahgunaan terhadap narkoba. Penyalahgunaan narkoba menjadi suatu masalah besar bagi semua bangsa termasuk di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba kebanyakan terjadi di kalangan remaja dan pelajar. Faktor yang memengaruhi para remaja dan pelajar mengkonsumsi narkoba di antaranya yaitu karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua yang tidak dapat dirasakan oleh anak. Orang tua yang kurang menberikan perhatian dan kasih sayang dapat mengakibatkan pergaulan anak tidak terkontrol. Selain itu, pengetahuan ilmu agama yang masih kurang, minimnya pengetahuan mengenai narkoba, lari dari masalah yang sedang dihadapi hanya untuk kesenangan sesaat, dan mendapat pengaruh dari teman-temannya yang sudah terjerumus dalam narkoba. Awalnya para pengguna narkoba hanya coba-coba namun lama kelamaan dapat menimbulkan ketergantungan. Jika seseorang terlanjur kecanduan mengkonsumsi narkoba banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan. Jika narkoba dikonsumsi secara terus menerus dan melebihi dosis dapat mengakibatkan ketergantungan. Ketergantungan ini akan mengakibatkan gangguan pada penggunanya. Penyalahgunaan narkoba juga menjadi salah satu sumber tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketenteraman dalam kehidupan masyarakat. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba bagi remaja dan pelajar di antaranya terjadi perubahan sikap, perilaku dan kepribadian pada diri remaja dan pelajar, mereka akan sering membolos ketika jam sekolah, turunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran sekolah, menjadi pribadi yang pemalas, mudah marah, mudah mengantuk, bahkan dapat melakukan tindakan pencurian hanya untuk membeli narkoba. Selain itu, penyalahgunaan narkoba dapat mengakibatkan berubahnya perilaku dan juga kesadaran pada penggunanya. Penyalahgunaan narkoba juga membahayakan kesehatan penggunanya. Efek jika melakukan penyalahgunaan narkoba yaitu dapat mengakibatkan penggunanya depresan pengguna narkoba akan merasa tenang, dan jika kelebihan dosis dapat menyebabkan kematian, stimulan merangsang fungsi tubuh serta meningkatkan kegairahan dan kesadaran, dan halusinogen menyebabkan halusinasi pada penggunanya. Al-Qur'an menjelaskan bahwa sebagai manusia kita harus menjaga serta membentengi diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan pada tubuh. Salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi makanan ataupun minuman yang halal dan baik. Mengkonsumsi makanan yang halal dan baik merupakan salah satu wujud akhlak terhadap diri sendiri, menjaga dan melindungi tubuh dari hal-hal yang tidak baik bagi kesehatan serta tidak merusak diri sendiri. Sebagaimana tertera dalam firman Allah swt., yang berbunyi Artinya " Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, syaitan itu musuh yang nyata bagimu" QS. Al-Baqarah 168. 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

pro dan kontra kurangnya pendidikan agama penyebab penyalahgunaan narkoba